Festival Pacu Piyau Jilid II Kenegerian Kebun Durian Berakhir, Misharti: Aset Berharga untuk Kampar
GUNUNG SAHILAN, RIAU - Wakil Bupati Kampar, Dr. Misharti, S.Ag, M.Si, menutup Festival Pacu Piyau Jilid II 8 Suku Kenegerian Kebun Durian Tahun 2025 di Anjungan Tepian Sungai Lipai, Desa Kebun Durian, Kecamatan Gunung Sahilan, Rabu (31/12). Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Kepala Dinas Pariwisata, Camat Gunung Sahilan Musnaini, dan Ninik Mamak Kenegerian Kebun Durian.
Festival Pacu Piyau merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Kampar, khususnya di Kenegerian Kebun Durian, yang terdiri dari 8 suku adat. Acara ini bukan hanya ajang olahraga air, tetapi juga simbol persatuan, kerja sama, dan semangat gotong royong.
Dalam sambutannya, Misharti menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas dan kekuatan masyarakat Kampar. "Festival ini bukan hanya tentang siapa yang tercepat di sungai dan siapa yang menang, tetapi tentang bagaimana kita menjaga warisan budaya, mempererat silaturahmi antar suku dan membangun semangat kebersamaan," ujarnya.
Para pemenang festival menerima piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan semangat sportivitas. Pemerintah Kabupaten Kampar berkomitmen mendukung pelestarian budaya lokal dan pengembangan potensi wisata berbasis kearifan lokal.






